"Menjemput Keadilan hingga Ke Akar Rumput" Sidang diluar Gedung Pengadilan Hadir di Kec. Pangkalan Lada
"Menjemput Keadilan hingga Ke Akar Rumput" Sidang diluar Gedung Pengadilan Hadir di Kec. Pangkalan Lada || (10/07/2025)
Pangkalan Lada, 10 Juli 2025 – Keadilan tak melulu menunggu di gedung megah. Ia kini turun menyapa masyarakat hingga ke akar rumput. Hal inilah yang tergambar dalam pelaksanaan Sidang di Luar Gedung Pengadilan yang digelar Pengadilan Agama Pangkalan Bun pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pangkalan Lada, mulai pukul 09.00 WIB.
Dipimpin langsung oleh H. Samad Harianto, S.Ag., M.H., selaku Ketua Pengadilan Agama Pangkalan Bun, sidang ini juga dihadiri Imam Faizal Baihaqi, S.H., M.H. dan Abdurahman Sidik, S.H. selaku Hakim Anggota. Segah Kusuma Dani, S.H. bertugas sebagai Panitera Pengganti, dibantu oleh M. Naufal Nada Silma, S.H. sebagai Petugas Administrasi.
Pelaksanaan sidang di luar gedung ini menjadi jembatan penting, khususnya bagi warga Kecamatan Pangkalan Lada yang memiliki keterbatasan jarak, waktu, dan biaya untuk datang ke kantor pengadilan. Agenda yang digelar hari ini mencakup penanganan berbagai perkara yang menjadi kebutuhan hukum masyarakat setempat.

Tak hanya sebatas formalitas, kehadiran para hakim di tengah masyarakat memunculkan suasana yang lebih humanis dan komunikatif. Warga tampak antusias, beberapa di antaranya bahkan menyampaikan apresiasi atas langkah Pengadilan Agama Pangkalan Bun yang turun langsung ke wilayah mereka.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan proses persidangan semata. Tim Pengadilan Agama juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi hukum kepada masyarakat. Para hakim dan petugas membuka ruang tanya jawab seputar prosedur peradilan, hak-hak hukum warga, hingga pentingnya administrasi dokumen keluarga.
Sidang di luar gedung pengadilan ini menjadi bukti bahwa Pengadilan Agama Pangkalan Bun terus berkomitmen menjemput keadilan hingga ke pelosok, memastikan bahwa keadilan adalah hak semua orang, bukan hanya mereka yang tinggal di perkotaan (Tim Redaksi - IP)


