“Bergerak dari Hati, Bekerja dengan Nurani” PA Pangkalan Bun Bahas Percapatan Administrasi SIPP, Etika Kerja, Kebersihan Kantor hingga Integritas di Apel Senin Pagi
“Bergerak dari Hati, Bekerja dengan Nurani” PA Pangkalan Bun Bahas Percapatan Administrasi SIPP, Etika Kerja, Kebersihan Kantor hingga Integritas di Apel Senin Pagi || (21/07/2025)
Pangkalan Bun, 21 Juli 2025 – Mengawali pekan dengan semangat pelayanan dan ketulusan niat, Pengadilan Agama Pangkalan Bun kembali menggelar Apel Senin Pagi pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 08.00 WIB di halaman utama kantor. Apel yang berlangsung khidmat ini mengangkat semangat "Bergerak dari Hati, Bekerja dengan Nurani", sebagai bentuk refleksi awal pekan dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari ibadah.
Apel dipimpin oleh Sarfani (PPNPN) dan dipandu oleh Dwiana Rachmasari, S.E. sebagai pembawa acara. Hadir dalam apel seluruh aparatur Pengadilan Agama Pangkalan Bun, mulai dari Ketua, Wakil Ketua, jajaran Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, hingga seluruh ASN dan PPNPN.
Bertindak sebagai pembina apel, Oktoghazha Rinjipirama, S.H.I. (Hakim Pengadilan Agama Pangkalan Bun), menyampaikan amanat yang sarat makna. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh pegawai untuk memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah, bukan sekadar kewajiban administratif.
"Ketika kita menyadari bahwa setiap tugas yang kita emban adalah bagian dari ibadah, maka lahirlah semangat yang tulus dan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi," ujar beliau.
Dalam amanatnya, pembina apel juga menekankan pentingnya:
1. Penyelesaian administrasi perkara dalam SIPP, baik untuk putusan maupun berita acara serah terima (BAST), sebagai bentuk profesionalitas kerja yang harus terus dijaga.
2. Menjaga kebersihan lingkungan kerja, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan etika dalam bekerja.
3. Menanamkan nilai integritas dalam setiap lini pekerjaan, agar kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan tetap terjaga.
Suasana apel semakin berkesan dengan pembacaan Kode Etik Hakim dan ASN oleh Aufa Baskoro Aji, S.H., serta pembacaan 10 Budaya Malu oleh Septyan Hadi Wibowo sebagai pengingat nilai moral dan etika aparatur peradilan. Doa bersama yang dipimpin oleh Subhan AW menjadi penutup sesi formal apel, memohon keberkahan dan kelancaran kerja selama sepekan ke depan.
Tak berhenti sampai di sana, kegiatan apel dilanjutkan dengan pembacaan 10 Nilai Utama Mahkamah Agung dan yel-yel semangat oleh Arbani, yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta apel, mempertegas semangat kebersamaan dan nilai kelembagaan yang harus dijunjung tinggi. Sebagai bentuk penguatan ukhuwah dan spiritualitas, kegiatan diakhiri dengan sesi bersalaman sembari melantunkan sholawat bersama, menciptakan suasana hangat, harmonis, dan penuh berkah.
Dengan semangat "Bergerak dari Hati, Bekerja dengan Nurani", Pengadilan Agama Pangkalan Bun terus berkomitmen mewujudkan layanan peradilan yang profesional, bersih, dan bermartabat demi tegaknya keadilan yang paripurna (Tim Redaksi - IP)







